Respons Dinamika Para Tokoh Kabupaten Pangandaran, KNPI Sebut Kampus Negeri Kunci Dongkrak IPM Daerah
DPD KNPI Pangandaran Pendirian IAIN Krusial bagi SDM, Kampus Lokal Harus Diberdayakan dan Kolaborasi Diperkuat
Tian Kadarisman, S.Pd.
16 Agustus 2026 · 4 min baca · 211 views

PANGANDARAN — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Pangandaran mencermati secara saksama dinamika wacana dan perbedaan pendapat yang berkembang di tengah para tokoh senior serta pemangku kepentingan daerah terkait rencana pendirian Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kabupaten Pangandaran.
Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Tian Kadarisman, S.Pd., menyikapi perbedaan sudut pandang tersebut sebagai bentuk kekayaan pemikiran dan kepedulian bersama terhadap masa depan daerah.
"Sebagai wadah pemuda, kami sangat mengapresiasi khazanah pemikiran para tokoh senior Pangandaran serta terinspirasi oleh beragamnya sudut pandang yang berkembang. Dari kacamata kepemudaan, KNPI menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian IAIN ini. Kehadiran perguruan tinggi negeri di Pangandaran sangat krusial; ini bukan sekadar urusan memindahkan semen dan batu di atas tanah hibah, melainkan benteng utama akselerasi Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda lokal agar mampu bersaing," ujar Tian Kadarisman, Minggu (16/8/2026).
Tian menambahkan, wacana pendirian perguruan tinggi negeri di Pangandaran merupakan bentuk pengawalan terhadap visi strategis yang telah dipelopori dan konsisten diwacanakan oleh mantan Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata sejak periode awal kepemimpinannya. Gagasan tersebut hadir dari kepedulian serta komitmen jangka panjang untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Menusia (IPM) daerah.
Di samping mendukung wacana kampus negeri baru yang telah [diusulkan resmi oleh Kementerian Agama ke pusat ini, DPD KNPI Pangandaran mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran untuk memberikan perhatian nyata kepada perguruan tinggi yang telah berdiri dan berjuang sejak awal.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah STITNU Al-Farabi Pangandaran. Kampus ini mencatatkan sejarah penting sebagai salah satu pionir perguruan tinggi Islam swasta pertama di Kabupaten Pangandaran sekaligus aset intelektual daerah. Selain STITNU Al-Farabi, keberadaan Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran serta PSDKU Universitas Padjadjaran (Unpad) Pangandaran juga menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan tinggi di wilayah ini.
"Kampus-kampus perintis ini adalah aset sejarah dan modal intelektual berharga milik Pangandaran. Pemda Pangandaran wajib memberikan perhatian, bantuan alokasi, serta dukungan kebijakan agar kampus lokal terus tumbuh kuat dan menjadi kebanggaan daerah," tegas Tian.
Kendati mendukung ekspansi perguruan tinggi, DPD KNPI Pangandaran memberikan catatan kritis dan garis merah yang wajib diperhatikan oleh pemerintah daerah, kementerian terkait, maupun pengelola kampus. KNPI mengingatkan agar pendirian kampus baru tidak mengulang dinamika yang terjadi pada operasionalisasi PSDKU Unpad Pangandaran
"Jangan sampai pendirian kampus negeri baru nantinya mengulangi catatan pada Unpad, gedungnya berdiri megah di tanah Pangandaran, namun anak-anak daerah hanya menjadi penonton. Pengalaman masuknya PSDKU Unpad harus menjadi pelajaran berharga. Janji awal alokasi kuota afirmatif minimal 50% untuk putra-putri asli Pangandaran masih jauh dari ekspektasi, di mana mayoritas masih didominasi mahasiswa luar daerah," jelasnya.
Tian menegaskan agar pendirian IAIN kelak wajib mengunci alokasi khusus bagi lulusan sekolah asal Pangandaran. Pemda dan kampus harus menjamin anak-anak daerah berprestasi namun terkendala ekonomi seperti penerima KIP Kuliah dan beasiswa daerah diberikan prioritas utama.
KNPI Pangandaran menekankan bahwa keberadaan berbagai kampus di Pangandaran baik STITNU Al-Farabi, Politeknik, Unpad, maupun rencana IAIN Negeri yang baru bukan untuk saling berkompetisi secara negatif, melainkan untuk bersinergi.
"Kunci utama akselerasi pembangunan Pangandaran adalah sinergi. Seluruh elemen perguruan tinggi harus bergandengan tangan, berkolaborasi lintas disiplin ilmu, serta bermitra erat dengan Pemkab Pangandaran dan organisasi kepemudaan demi mencetak SDM Pangandaran yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter," pungkas Tian.
POIN REKOMENDASI DAN PANDANGAN DPD KNPI PANGANDARAN
Dukungan dan Pengawalan Pendirian IAIN Pangandaran, Mengawal secara konsisten gagasan historis pendirian IAIN sejak era H. Jeje Wiradinata sebagai instrumen strategis perluasan akses pendidikan tinggi dan penguatan modal sosial-keagamaan daerah.
Prioritas Pemberdayaan Kampus Lokal, Meminta Pemkab Pangandaran memberikan perhatian serius, bantuan alokasi anggaran, dan fasilitas kebijakan kepada STITNU Al-Farabi Pangandaran dan Politeknik Kelautan Perikanan selaku kampus perintis aset sejarah daerah.
Evaluasi Afirmatif PSDKU Unpad, Menuntut transparansi dan evaluasi menyeluruh atas realisasi kuota 50% putra daerah di PSDKU Unpad Pangandaran agar kehadiran kampus negeri memberi dampak langsung bagi pemuda lokal.
Pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi, Mendorong terbentuknya Forum Kolaborasi Perguruan Tinggi se-Kabupaten Pangandaran guna memetakan sinergi riset, pengabdian masyarakat, dan penyelarasan kurikulum demi kemajuan SDM Pangandaran.