Menyoal Etika Publik dan Arah Gerak Organisasi Perang Narasi Memanas
Marwah KNPI Pangandaran Harus Diselamatkan
Rachmansyah
31 Agustus 2026 · 3 min baca · 121 views

PANGANDARAN — Dinamika internal Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pangandaran kian memanas dan menjadi sorotan tajam di berbagai platform media sosial. Perdebatan terbuka ini melibatkan adu argumen antara jajaran pengurus internal khususnya Wakil Ketua bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) serta respons balasan dari Ketua DPD KNPI Pangandaran, Wahyu Hidayat, yang menanggapi kritik keras dari akar rumput.
Menyikapi situasi tersebut, Rachmansyah, salah satu pemuda yang aktif di kepengurusan Pemuda Pancasila Kecamatan Parigi sekaligus pemerhati kepemudaan Kabupaten Pangandaran, memaparkan akar permasalahan yang terjadi. Menurutnya, eskalasi ini bermula ketika Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI bersama Ketua Sapma (Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa) Kabupaten Pangandaran melayangkan kritik tajam dan desakan terbuka di media sosial. Sikap tegas tersebut diambil karena sempat terjadi kekosongan respons dan belum adanya klarifikasi resmi dari Ketua DPD KNPI Pangandaran selama beberapa hari pasca-kegaduhan digital mencuat ke publik.
Namun, situasi berkembang ketika Wahyu Hidayat akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi sekaligus mengonter narasi-narasi kritis tersebut. Dalam bantahannya, pihak ketua menilai persoalan yang membelitnya adalah murni masalah personal yang diklaim telah selesai secara hukum di kepolisian. Ia juga sempat menyinggung bahwa pembagian kerja organisasi termasuk arah kebijakan dan konsolidasi sudah didistribusikan melalui bidang OKK yang dipimpin oleh wakil ketua terkait.
Kendati demikian, pernyataan klarifikasi dan permohonan maaf tersebut dinilai belum sepenuhnya menjawab substansi keresahan di akar rumput. Bagi kalangan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan adalah hal yang lumrah, namun persoalan paling mendasar yang harus disoroti secara tajam adalah menyangkut etika publik seorang pimpinan tertinggi organisasi.
Sebagai nakhoda induk organisasi pemuda, seorang ketua seharusnya mampu menjaga kehormatan diri dan institusi. Tindakan atau persoalan personal yang berujung pada kegaduhan publik dan terseretnya atribut lembaga terbukti telah memberikan dampak buruk terhadap citra serta marwah KNPI Kabupaten Pangandaran di mata masyarakat luas.
"Etika publik dan keteladanan moral jauh lebih utama ketimbang sekadar menganggap masalah selesai hanya dengan selesainya urusan administratif kepolisian," tegas Rachmansyah.
Penguatan argumen ini turut disuarakan oleh Ketua Sapma Kabupaten Pangandaran, yang menilai krisis kepemimpinan ini telah mencederai esensi perjuangan pemuda di daerah serta merusak kepercayaan publik. Klarifikasi balasan yang diberikan sebelumnya justru semakin memperlebar jurang komunikasi karena belum menyentuh substansi krisis etika dan arah gerak organisasi secara komprehensif.
Selain persoalan etika, unsur OKP menyoroti kebingungan arah gerak KNPI akibat mandeknya kolaborasi yang efektif dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran. Berdasarkan regulasi, KNPI merupakan mitra strategis pemerintah dalam hal pengembangan pemuda dan kemajuan daerah. Jika hubungan kemitraan ini terganggu atau berjalan sendiri-sendiri, maka pihak yang paling dirugikan adalah masa depan kepemudaan di Pangandaran itu sendiri.
Hingga saat ini, perang narasi di media sosial masih terus berlanjut dan memperlihatkan krisis kepercayaan yang telah mencapai titik krusial. Ruang digital berubah menjadi arena adu argumen antara kubu pimpinan kabupaten, jajaran pengurus bidang OKK, hingga para pimpinan kecamatan dan OKP. Oleh karena itu, seluruh pihak didorong untuk segera duduk bersama guna menyamakan frekuensi demi mengarahkan rumah pergerakan pemuda ini agar lebih terarah dalam membantu memajukan Kabupaten Pangandaran.
Rachmansyah menegaskan bahwa klarifikasi dan pembelaan diri tidak boleh dijadikan alasan untuk menutup mata atas krisis kepemimpinan yang sedang terjadi. KNPI bukanlah sekadar wadah administratif, melainkan rumah besar perjuangan pemuda yang harus dikelola dengan integritas tinggi, kejelasan arah gerak, serta wibawa moral yang kuat demi kemajuan daerah.